Senja menjelang, namun semburat jingga keemasan tampak tertutupi oleh gulungan mega yang tampak menghitam. Kupercapat ayunan langkah kaki menuju istanaku.
Namun bulir-bulir segar berkahNYA bergerak lebih cepat mendahului langkahku...
HUJAN...rintiknya membasahi semua tutupan di seluruh bentang alam yang kulalui kemarin.
Perlahan kuperintahkan kedua kaki melambat, menikmati kesegaran-NYA dan menikmati anugerah indahNYA...PETRICHOR, a smell of Rain.
SUBHANNALLAH, AROMA tanah bercampur debu yang khas terhirup setiap kali hujan mengguyur setelah terik Surya.
KONON, Sebuah penelitian di belahan bumi sana memastikan bahwa aroma tersebut berasal dari senyawa yang dihasilkan bakteri. Para Ahli menyimpulkan bahwa bau tanah berasal dari kombinasi dua senyawa yang disebut geosmin dan methylisoborneol. Kedua zat kimia yang tidak berbahaya itu termasuk dalam kelas senyawa terpene yang sama-sama disintesis oleh bakteri tanah.
-Allaahumma shayyiban naafi’an- Petrichor yang mewangi SUNGGUH membuatku dibuai belaian sejukNYA.
Sambil terus melangkah, memilah bagian-bagian tanah yang akan dipijak berhembuskan PETRICHOR yang diiringi derik rintik hujan yang menerpa, kembali mengingatkan. Ingat akan wewangi tanah tempat-ku kembali. KELAK, jika Sang PENGGENGGAM KEHIDUPAN merenggut waktuku (kembali).
Hmm... a Petrichor, mewangi sekaligus me-'warning', kulanjutkan langkah-langkahku, memijak tanah dengan sebaik-baik pijakan peran-ku dari-NYA, dengan memohon penyertaan-NYA.
:)
-ditulis Indri W. Indraswari yang menyukai aroma 'petrichor' se-sangat menyukai aroma beras, @Bandungku, June, 07, 2011, 08.03am-