SALAM...

SALAM...

Menyenandungkan keindahan semesta merupakan sebentuk kebahagiaan sekaligus kenikmatan syukur atas samudera berkahNYA.

Mengikuti gerak akar yang menyebar mencari kemuliaanNYA
Merambati gerak sulur mengokohkan ke-Istiqomah-an
Menelusuri liukan batang tunas to find a light of Ray...cahaya Semesta-NYA..

Melantunkan tasbih semesta,
Mengukir warna-warni di langit,
Mengunduh aliran ilmu yang terus mengalir di belantara semesta.



Salam Senandung penuh Berkah,

Indri W. Indraswari

Minggu, 14 Februari 2010

TULIP - The Power of Love


Sahabat-sahabat KecintaanNYA,


TULIP (Tulipa sp.) merupakan salah satu bunga dari family Liliaceae, puspa luar biasa indah merona corak, juga ragam dan degradasi warnanya yang berasal dari Asia Tengah. Merupakan tanaman perenial berumbi, daunnya berbentuk sempit memanjang berwarna hijau nuansa kebiru-biruan dan berlilin.

Bunganya berukuran besar merekah tegak di ujung tangkai, bak lady of arc dengan sejuta pesonanya. Mekar di sekitar bulan Maret hingga April tergantung dari jenis kultivarnya, menjadikan bunga yang bila ditanam dari umbi memerlukan waktu setahun untuk berbunga ini memiliki nilai prestisius. Setelah bunga mekar sekitar 2 - 3 minggu kuntum dan tangkai bunga harus dipotong guna mempersiapkan suplai energi yang memadai bagi pertumbuhan kuntum bunga generasi selanjutnya.

Sahabat,

Bunga cantik dengan pendar kilauan enam helai daun mahkota jelitanya ini seperti menggoda Alam Semesta untuk bersegera memuji kebesaranNYA sebab keselarasan warna-warninya yang sangat langka dan mulia ini.

Decak kekaguman dan kesyukuran pada Sang DESIGNER tulip pasti terlontar dari setiap jiwa yang melihat bunga indah ini. Bahkan, sang lebah tak kuasa memendam hasratnya untuk dapat menemani dan menjaga sang tulip mendendangkan lagu cinta padaNYA dalam rentang saat-saat indahnya.


Namun, penting untuk disadari bahwa keindahan ini merupakan tanda yang digunakan TUHAN untuk menyampaikan maksudNya.


Seperti jejak-jejak diatas salju yang dibuat oleh beruang kutub yang belum pernah kita lihat, akan membawa kita pada realitas yang tersembunyi dibalik selubung dari apa yang tampak di permukaan. Seperti syair Illahiyahnya ”Aku adalah khazanah tersembunyi yang ingin dikenal dan, karena itu, Aku menciptakan Alam semesta sebagai sarana untuk mengenal diriKu sendiri”.

Sahabat,

Dengan warna warni keindahanlah TUHAN men-citrakan keberadaanNya, menjadikannya suatu pemandangan menggairahkan yang tidak melenakan, menyelubungi determinasi tanah dengan keceriaannya dan lihatlah... genitnya tangkai tulip itu berdansa dihembus sejuknya hawa pegunungan, seolah menyediakan orkestra warna bagi para malaikat agar mengajak manusia untuk turut berdendang.


Dapatkah kita mengatakan, apakah bukan karena cintanya kepada bunga sehingga tukang kebun memelihara taman ? apakah bukan karena nostalgia akan keindahan bentuk sehingga arsitek menggambar cetak biru sebuah bidang ?

Layakkah bila disebut, cinta yang men-tenagai keindahan ini ?

Begitu indahkah warna-warni cinta ?


Sengatan si lebah sepertinya membuyarkan lamunan ini, karena indah mahkota ku ternyata di tenagai cinta orang tua hara tanah dan kini tiba giliranku menyediakan intisari diri bagi kepentingan orang banyak yang belum sempat menyaksikan pesonaku.


Tapi tak apa karena kini kutahu, betapa keberadaanku adalah pengindah waktumu dan sariku, aromaku, iramaku, harmoniku dan keselarasanku menjadi madu yang kelak men-tenagai manusia kecintaanNya.


Inikah se-bentuk cinta yang diinginkannya ? Membangun keindahan taman tulip untuk mengundang kehadiran ILLAHI sebagai realitas yang hidup di bumi ini. Dimana... emosi duniawi semakin lama semakin rakus merebut waktu kita ? Dan, jika kita tidak menciptakan sebuah tempat bagi ILLAHI disini, saat ini, dalam kehidupan sehari-hari, TUHAN akan terus berada dalam keadaan maya atau hanya menjadi sebuah potensi.

Demikian Sahabat,

Mari sadari selalu kehadiran cintaNYA sebagai power bagi kita untuk membahagiakan banyak orang yang tentunya akan menjadikan kita pribadi kekasih TUHAN.



by Indri W. Indraswari @Bandoeng, July 04, 2009

Tidak ada komentar:

Posting Komentar