SALAM...

SALAM...

Menyenandungkan keindahan semesta merupakan sebentuk kebahagiaan sekaligus kenikmatan syukur atas samudera berkahNYA.

Mengikuti gerak akar yang menyebar mencari kemuliaanNYA
Merambati gerak sulur mengokohkan ke-Istiqomah-an
Menelusuri liukan batang tunas to find a light of Ray...cahaya Semesta-NYA..

Melantunkan tasbih semesta,
Mengukir warna-warni di langit,
Mengunduh aliran ilmu yang terus mengalir di belantara semesta.



Salam Senandung penuh Berkah,

Indri W. Indraswari

Jumat, 14 Oktober 2011

Syukur pada-MU #1


Melipat waktu yang tlah berlalu
Menyulam detik demi detik yang berdatangan
Dalam Naungan Ridho dan Perlindungan-MU Allohu Rahiim

Disemangati kehangatan Mentari-MU
Dibelai kemilau senja-MU
Dipeluk cahaya temaram rembulan-MU
Ditemani senyum bebungaan milik-MU
Disejukkan rintik hujan-MU
Dinaungi kesucian awanawan putih-MU
Direngkuh samudera ampunan-MU

Duhai Pemilik Semesta, beribu syukur dan terima kasih untuk kasih-MU,
yang SELALU ADA


:)
by me, IwI @Bdg, empatbelasoktoberduaribusebelas-pulukdelapanpagilewattigamenit



Pic : Bunga Dahlia var : Happy Single Wink

Senin, 12 September 2011

Sweet Age


Teringat pesan indah berikut : "Jadilah pribadi yang pada hari kelahirannya semua orang tertawa bahagia namun hanya Ia sendiri yang menangis ...dan pada hari kematiannya semua orang menangis sedih namun hanya Ia sendiri yang tersenyum (MhG)"...sebuah senandung indah smoga bisa menjadi akhir indah untukku di saatNYA.

"And, when you want something, all the universe conspires in helping you to achieve it ( Paulo Coelho ~ The Alchemist ), Smoga Semesta mendukung semua upaya membaikku menuju-NYA.


Duhai RABB Sang Pemilik,jangan biarkan kenikmatan melalaikan kami dari mengingatMU Ya RABB, karena tiada tujuan kami selain untuk bertemu denganMU Wahai Yang MahaKasih Aamiin.




IwI,@Bandung, 12september2011, pukuldelapanpagilewatduabelasmenit



deeply muhasabah@my milad ~sweet age

Selasa, 07 Juni 2011

a Petrichor, mewangi sekaligus me-'warning'

Senja menjelang, namun semburat jingga keemasan tampak tertutupi oleh gulungan mega yang tampak menghitam. Kupercapat ayunan langkah kaki menuju istanaku.
Namun bulir-bulir segar berkahNYA bergerak lebih cepat mendahului langkahku...
HUJAN...rintiknya membasahi semua tutupan di seluruh bentang alam yang kulalui kemarin.

Perlahan kuperintahkan kedua kaki melambat, menikmati kesegaran-NYA dan menikmati anugerah indahNYA...PETRICHOR, a smell of Rain.
SUBHANNALLAH, AROMA tanah bercampur debu yang khas terhirup setiap kali hujan mengguyur setelah terik Surya.

KONON, Sebuah penelitian di belahan bumi sana memastikan bahwa aroma tersebut berasal dari senyawa yang dihasilkan bakteri. Para Ahli menyimpulkan bahwa bau tanah berasal dari kombinasi dua senyawa yang disebut geosmin dan methylisoborneol. Kedua zat kimia yang tidak berbahaya itu termasuk dalam kelas senyawa terpene yang sama-sama disintesis oleh bakteri tanah.

-Allaahumma shayyiban naafi’an- Petrichor yang mewangi SUNGGUH membuatku dibuai belaian sejukNYA.

Sambil terus melangkah, memilah bagian-bagian tanah yang akan dipijak berhembuskan PETRICHOR yang diiringi derik rintik hujan yang menerpa, kembali mengingatkan. Ingat akan wewangi tanah tempat-ku kembali. KELAK, jika Sang PENGGENGGAM KEHIDUPAN merenggut waktuku (kembali).

Hmm... a Petrichor, mewangi sekaligus me-'warning', kulanjutkan langkah-langkahku, memijak tanah dengan sebaik-baik pijakan peran-ku dari-NYA, dengan memohon penyertaan-NYA.


:)
-ditulis Indri W. Indraswari yang menyukai aroma 'petrichor' se-sangat menyukai aroma beras, @Bandungku, June, 07, 2011, 08.03am-

Rabu, 04 Mei 2011

So Blessed



Slowing down I look around and I am so amazed
I think about the little things that make life great
I wouldn't change a thing about it
this is the best feeling...

Sepenggal lirik lagu Innocence cukup menyendandungkan rasa SYUKUR atas limpahan samudera berkah Illahi pada diri dan kehidupan yang kadang nyaris tak tersadari.

Sapuan kuas menggunakan kaki membentuk buket mawar merah yang cantik dan sapuan kuas menggunakan mulut membentuk bangunan indah. Tentu pelukisnya menggunakan hati penuh kesyukuran atas limpahan berkahNYA.

Mengagumkan dan Menguatkan..!

Senin, 02 Mei 2011

Senandung Rampai PENDIDIKAN di hari jadinya


"Pendidikan Karakter Sebagai Pilar Kebangkitan Bangsa dengan
Subtema Raih Prestasi Junjung Tinggi Budi Pekerti".
Begitu slogan TEMA Hari Pendidikan tahun 2011 yang disampaikan oleh Kementerian Pendidikan Republik ini.

Hmm...BUDI PEKERTI...
Meski tidak tercantum secara jelas sebagai mata pelajaran tersendiri sebagai mata pelajaran Budi Pekerti, namun tentunya tersirat di semua mata pelajaran yang diajarkan di semua jenjang pendidikan, dini-menengah-atas-tinggi.
Diteladankan oleh Para Guru, Pendidik, Orang Tua dalam keharian penyampaian ilmu, penyampaian wejangan serta dalam komunikasi, SEMESTINYA.

NYATAnya, budi pekerti NYARIS menjadi hal langka di era serba instant ini!
Budi pekerti terhapus oleh ketakutan akan desakan ANGKA minimal kelulusan jenjang pendidikan, kebutuhan akan legalitas strata pendidikan, serta kehormatan semu yang semuanya ingin diraih secara INSTANT di ke-fana-an Dunia.

Alunan senandung semesta kali ini membuka ranah memory, mengais-ngais lagi cita-cita mulia Pendulu yang sebenarnya telah menanam benih-benih kemuliaan PENDIDIKAN di Semesta ini......

KI HAJAR DEWANTORO, seorang Pendidik aseli INDONESIA, 'menyenandungkan' : Pendidikan menyangkut daya cipta (kognitif), daya rasa (afektif), dan daya karsa (konatif).Singkatnya, “Educate the Head, the Heart, and the Hand !”. Menurut beliau manusia memiliki daya jiwa yaitu cipta, karsa dan karya. Pengembangan manusia seutuhnya menuntut pengembangan semua daya secara seimbang. Pengembangan yang terlalu menitikberatkan pada satu daya saja akan menghasilkan ketidakutuhan perkembangan sebagai manusia. Beliau mengatakan bahwa pendidikan yang menekankan pada aspek intelektual belaka hanya akan menjauhkan peserta didik dari masyarakatnya.

Ki Hajar Dewantara merubah sikapnya dalam melaksanakan pendidikan yaitu dari satria pinandita ke pinandita satria yaitu dari pahlawan yang berwatak guru spiritual ke guru spiritual yang berjiwa ksatria, yang mempersiapkan diri dan peserta didik untuk melindungi bangsa dan negara. Para guru hendaknya menjadi pribadi yang bermutu dalam kepribadian dan kerohanian, baru kemudian menyediakan diri untuk menjadi pahlawan dan juga menyiapkan para peserta didik untuk menjadi pembela nusa dan bangsa. Dengan kata lain, yang diutamakan sebagai pendidik pertama-tama adalah fungsinya sebagai model atau figure keteladanan, baru kemudian sebagai fasilitator atau pengajar.

Pendidik atau Sang Hajar adalah seseorang yang memiliki kelebihan di bidang keagamaan dan keimanan, sekaligus masalah-masalah sosial kemasyarakatan. Modelnya adalah Kyai Semar (menjadi perantara antara Tuhan dan manusia, mewujudkan kehendak Tuhan di dunia ini). Sebagai pendidik yang merupakan perantara Tuhan maka guru sejati sebenarnya adalah berwatak pandita juga, yaitu mampu menyampaikan kehendak Tuhan dan membawa keselamatan.

WOW...sebuah pemikiran indah dari Seorang Tokoh Pendidikan kebanggan bangsa ini, Ki Hajar Dewantoro yang bukan hanya menyelipkan BUDI PEKERTI tapi menjadikannya sebagai PONDASI !


Sebuah senandung lainnya yang sangat cantik dan menDIDIK saya kutip dari perbincangan seorang Kakek di persimpangan jalan dengan seorang mantan Rakyan Rangga Kerajaan Majapahit bernama Respati (dalam buku SAMITA karya TASARO) berikut ;
" Seorang pemimpin itu harus SURYA, memancarkan sinar terang sebagai sumber kehidupan. Menumbuhkan daya hidup rakyatnya untuk membangun negerinya."
" Seorang pemimpin juga harus menjadi CANDRA, memancarkan sinar di tengah gelap malam. Dia harus mampu memberi semangat kepada yang dipimpinnya di tengah suka dan duka."
"begitu banyak rakyat merindukan Pemimpin berjiwa KARTIKA, yang memancarkan sinar kemilauan, berada di tempat tinggi hingga dapat dijadikan pedoman arah, menjadi TELADAN perbuatan baik".
"Jiwa MARUTA, ada dimana-mana tanpa membedakan tempat dan pengkastaan, selalu mengisi semua ruang kosong, tanpa memilah derajat dan martabat."
"Pemimpin mesti bersemangat SAMUDRA, betapapun luasnya permukaannya selalu datar dan bersifat sejuk menyegarkan, sangat welas asih. Memiliki sifat DAHANA, berwibawa dan berani menegakkan kebenaran secara tegas tanpa pandang bulu. Serta ber-hati nurani BHUMI,Kuat dan murah hati. Memberi hasil kepada yang merawatnya juga bermurah dan tidak mengecewakan kepercayaan orang-orang yang dipimpinnya."

WOW...sebuah nada-nada mendidik Semesta yang sangat luar biasa indah dan semestinya diteladankan dan diwariskan seorang PEMIMPIN dalam konteks ini bisa GURU, ORANG TUA, Yang Lebih Tua pada yang dipimpin, yang dididik, yang lebih muda.

Sebuah senandung syhadu dilantunkan oleh seorang Ibu Guru yang mengajar di sebuah SMP di Bandung, Beliau memiliki SEMBILAN putra putri kandung namun masih berkesempatan membagikan senandung kasih dan keilmuan pada murid-muridnya di sekolah."BELAJAR itu selain merupakan kewajiban juga merupakan bentuk SYUKUR pada Sang Pemilik Semesta"

WOW...pelengkap senandung rampai pendidikan yang sangat menyentuh terus BELAJAR dan berSYUKUR...menjadi elemen pelindung kokohnya konstruksi PENDIDIKAN di Republik ini, SEMOGA!!!


“…Maka bertanyalah kepada orang yang mempunyai pengetahuan jika kamu tidak mengetahui” (QS. 16:43) “


-disenandungkan Indri di fajar hari awal bulan Mei yang kemilau-

Selasa, 05 April 2011

Episode : Senandung Sumbang #1#


Kali ini, senandung yang sayup-sayup kudengar agak sumbang.
PENDIDIKAN...lagi-lagi terkait dengan BIAYA yang tak murah.
Masih senandung lama, hanya aransemen melodinya semakin memekak-kan dan cukup menyakitkan telinga.

Sekolah favorit bagai pungguk merindukan bulan bagi yang berpenghasilan minim meski berilmu penuh. Biayanya cukup membuat diafragma tertarik..hhheek...khususnya bagi sekolah yang berstandar international. Berfasilitas serba modern tentunya tak seperti mengunduh pelajaran dari Alam Semesta yang disemiliri hembusan sejuk sang angin, diselingi dengungan nyamuk dan dibelai rintikan hujan.


Duhai Semesta...
Senandungkanlah nyiur melambai yang menghantar kedamaian,
Senandungkanlah kidung Syahdu memohon naungan lindungan Sang KHALIQ,
Senandung yang mentenagai upaya menyeruak belantara semesta yang semakin berduri.




#Bdg, 04.05.2011, 03.24 pm

Senin, 04 April 2011

Mewangi....

Hujan cukup deras baru saja berhenti bersenandung sore ini,
Aroma memukau debu-debu tanah yang tersiram hujan menyeruak menggelitik hidungku.
Hmmm...Subhanallah...begitu damai wangi tanah.

Tanah beberapa jengkal diantara beton-beton yang melangit

Kamis, 20 Januari 2011

Multitasking...oO



Multitasking...! itu sebuah kata yang banyak 'terngiang' dalam benakku belakangan ini. Hmm...mungkin karena merasa begitu banyak "ini itu" yang harus kulakukan.

Sebentar..., mungkin sedikit perenungan ditambah relaxasi ringan akan membuat energi bertambah untuk menghadapi multitasking ini...ya multitasking yang seakan menarik lengan dan kakiku menari ke sini dan ke situ, juga pikiranku.

Mengerjakan banyak hal sekaligus dalam suatu kurun waktu, sebuah kajian di Massachustts Institute of Technology (dikutip dari sebuah artikel karya Dharnoto di Intisari Jan 2011) menyimpulkan ketika para mahasiswa diminta segera berpindah dari satu tugas ke tugas lainnya, maka seketika itu bagian otak yang bertugas memprioritaskan pekerjaan dan berfungsi melakukan HIGH ORDER THINGKING (Pemikiran tingkat tinggi), mendadak berhenti sejenak. Frontal lobe tiba-tiba menjadi blank, menunggu instruksi baru diupload.

Wuaah...kalau sampai harus blank sejenak begitu, mesti dihindari ya..jadi teringat pesan Orang Tua dan Guruku, "Kerjakan satu pekerjaan hinga tuntas, baru lanjutkan pekerjaan berikutnya sesuai skala prioritas". Begitu mungkin seharusnya,namun terkadang situasi 'memaksa' untuk bermultitasking, DAN aku sering merasa 'mampu' dan senang dengan multitasking.

Saran dari konsultan bisnis Barbara Bartein terkait multitasking berikut menjadi masukan baik bagiku dalam kondisi mutitasking.

- Perkirakan durasi penyelesaian suatu pekerjaan seakurat mungkin, lalu prioritaskan pekerjaan yang akan diselesaikan dalam sehari. Selesaikan sesuai waktu, baru berpindah ke pekerjaan lain.

- Jangan jejalkan semua ide, pikiran, daftar tugas, rencana di dalam kepala. Memori yang berserakan membuat otak sulit kreatif dan produktif. Jadikan teknologi bergerak (sticjy notes atau notepad) sebagai memori eksternal, yang mencatat segala aktivitas nonfisik.

- Kelompokkan pekerjaan/tugas yang harus dihadapi.

- Singkirkan dan abaikan gangguan yang bisa merusak konsentrasi.

Jika kita sudah mahir mengerjakannya, berarti sudah membangun fondasi yang baik dalam mengaktifkan daya pancar hingga jauh lebih produktif di kantor maupun di rumah, menurut Jamil Azzaini.

Ooo....jadi, untuk membangun fondasi energi guna mumpuni dalam ber-multitasking dengan memperbaharui energi.

Caranya, kalau menurut Pak Dharnoto, dengan TUBUH; meningkatkan kualitas tidur, mengurangi stres, identifikasi tanda kelesuan energi, istirahat sejenak setelah bekerja 90-120 menit yang penuh konsentrasi.

Kemudian EMOSI; menjinakkan energi negatif (jengkel, tidak sabar, cemas), bangkitkan emosi positif kepada orang sekitar ( bisa juga dengan sharing tulisan seperti ya ..hehe..) dan setiap malam pastikan apa tantangan terhebat yang akan menjad prioritas utama esok hari. Dan terkahir SPIRIT; Identifikasi aktivitas paling menyenangkan, alokasikan waktu dan energi untuk sesuatu yang penting (misal relaksasi sejenak sebelum pualng ke rumah dari kantor), hidupkan nilai-nilai inti (datang tepat waktu misalnya).

Multitasking itu gak merusak kan...asalkan kita pandai memilah dan me-manage dengan baik energi dan waktu yang kita miliki. Buatku SHOLAT lima waktu cara yang paling efektif dalam mencharge energi sekaligus relaksasi terkoneksi langsung dengan Sang Maha Pengatur Yang Maha Super Multitasking, Illahi Rabb.

YUP, multitasking yang memang harus aku jalani dalam keharianku harus BISA menjadi sarana pengembangan diri!!

Insya Allah...

Semoga sedikit mencerahkan bagi Yang juga menghadapi multitasking, kini.

by Indri W. Indraswari, @Bandoeng 20-01-2011m 08.25am



Ket Pic >Menyantap ice cream beragam rasa, multitasking juga ya..*_*<

Sabtu, 01 Januari 2011

Mawar Putih


Mawar PUTIH,
ketulusan sejati,
-cinta putih-
karna Sang Maha SUCI,
tuk kekasihNYA yang menjaga kesucian kalbu.
...


by Indri-IwI @Bdg, 01-01-11, 11.01pm